Warga Ramai-ramai Berkunjung ke Monumen Pancasila Sakti

Warga Ramai-ramai Berkunjung ke Monumen Pancasila Sakti

Baca Juga

Jakarta - Hari Kesaktian Pancasila diperingati dengan beragam cara. Bagi sejumlah masyarakat, wisata sejarah ke Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur merupakan pilihan tepat.

Seperti dilihat terberita.tk, pada Minggu (1/10/2017), masyarakat datang berbondong-bondong ke Monumen Pancasila Sakti. Mereka membawa sanak saudara untuk melihat penggalan sejarah kelam dari bangsa Indonesia.

Setibanya di lokasi, pengunjung masuk ke salah satu rumah yang menjadi Pos Komando. Pos tersebut diketahui sebagai rumah bagi pasukan G30S/PKI untuk menculik para pahlawan revolusi.

Pengunjung tampak seksama melihat satu persatu alat-alat yang ada di rumah. Tak lupa mereka juga mengabadikan setiap sisi dari rumah yang menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia itu.

Setelah itu, masyarakat datang ke rumah penyiksaan. Rumah itu memuat diorama berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP) para pelaku penyiksaan dam pembunuhan dalam sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) serta kesaksian agen polisi II Sukitman.

Tak jauh dari rumah penyiksaan, pengunjung akan melihat sumur maut. Sumur sedalam 12 meter ini dijadikan oleh PKI untuk mengubur tujuh pahlawan revolusi.

Tepat berada di depan sumur maut, masyarakat akan melihat secara jelas Monumen Pancasila Sakti. Di sana terpasang tujuh patung pahlawan revolusi dan burung garuda.

Tempat di depan monumen itu menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk berfoto. Mereka tampak asyik berfoto sambil mengingat kembali sejarah yang telah dialami oleh bangsa Indonesia itu.

Sebagian dari pengunjung juga tampak membawa makanan sendiri. Mereka lalu menggelar tikar dan duduk di atas rumput. Suasana keakraban begitu terasa bagi para pengunjung.

Selain itu, wisata sejarah ini ternyata tak hanya menarik bagi orang tua saja. Sejumlah anak-anak hingga remaja pun ikut berkunjung ke Monumen Pancasila Sakti.

Salah seorang warga bernama Yuyun Gunaedi (50) mengaku sering datang ke tempat bersejarah tersebut. Pria asal Bekasi itu ingin memperkenalkan kepada anak-anaknya tentang sejarah yang dialami oleh Indonesia.

"Pertama saya tujuan untuk memperkenalkan ke anak-anak saya, kan lihat di TV, saya bilang di nyatanya lihat sejarah kelam kita, komunis waktu itu," tuturnya.

Hari Kesaktian Pancasila yang bertepatan dengan hari libur pun menjadi alasan Yuyun datang ke Lubang Buaya. Bagi Yuyun, selain bisa berjalan-jalan dengan keluarga, dia pun bisa mengajarkan sejarah kepada anak-anakanya.

"Karena yang anak SD mulai ingin tahu, saya ajak, kebetulan hari libur, hari ini pas hari libur enak, kalau biasa hari kerja kan," ujarnya.
http://www.lahan1688.com/link.php?member=yongfunky
play.lahanbet.com
http://www.lahanpoker.net/ref.php?ref=LAHAN889www.lahan1688.com
Share This :