Buron 6 Tahun, Kreditur Bank Ivonne dan Nursyaf Ditangkap Kejaksaan

Buron 6 Tahun, Kreditur Bank Ivonne dan Nursyaf Ditangkap Kejaksaan

Baca Juga

Jakarta - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menangkap buronan terpidana kasus penyimpangan kredit investasi bank BUMN, Ivonne Ferderika Koe Koe dan Nursyaf Effendi. Keduanya lalu ditahan di Lapas Cipinang dan Pondok Bambu.

"Hari ini, Kamis, 31 Agustus 2017 pukul 18.30 WIB tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah menangkap terpidana Ivonne Ferdika Koe Koe dan Nursyaf Effendi, masing-masing selaku Direktur Utama dan Komisaris PT Kirana Abadi Persada Lines (PT KAPL)," kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Didik Istiyanta, kepada terberita.tk, Kamis (31/8/2017).

Eksekusi tersebut dilaksanakan atas putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 373K/Pid.Sus/2011 tanggal 18 Agustus 2011. Keduanya ditangkap terkait tindak pidana korupsi penyimpangan (pinjaman) kredit investasi bank BUMN.



"Eksekusi tersebut dilaksanakan atas putusan kasasi MA terkait perkara tindak pidana korupsi penyimpangan kredit investasi pada PT Bank Mandiri, yang selama ini sudah 6 tahun dicari-cari," ungkap Didik.

Jaksa lalu mengeksekusi Nursyaf ke Lapas Cipinang, sedangkan Ivonne ke LP Pondok Bambu. Keduanya ditahan selama 4 tahun.

"Terpidana Nursyaf Effendi langsung dimasukan ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, sedangkan Terpidana Ivonne Ferdika Koe Koe ke Pondok Bambu masing-masing selama 4 tahun," ungkap Didik.

Sebelumnya diberitakan, menurut siaran pers yang diterima di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2009), KAPL meminjam uang kepada Bank Mandiri Cabang MH Thamrin sebesar Rp 27,5 miliar dengan tujuan untuk membeli 3 kapal kargo. Kredit tersebut berjangka waktu 5 tahun dengan grace period 6 bulan sejak penandatangan perjanjian kredit.

Penyimpangan ditemukan dengan mengacu pada pedoman pelaksanan kredit Bank Mandiri dan informasi dari checklist penarikan kredit investasi KAPL serta pemberian izin penarikan kredit investasi.

Analis PT Bank Mandiri, Ferinton tidak melakukan pengecekan secara fisik atas keberadaan kapal kargo yang akan dibeli. Dia hanya melakukan pemeriksaan dokumen saja. Hingga kini, kapal tersebut kenyataannya tidak pernah dibeli KAPL.

Pada tahun 2009, Kejagung juga menahan pihak pemberi kredit. Mereka adalah Subur Hermanto (mantan CBC manager bank), Ferinton (analisis PT Bank Mandiri), dan Joko Setijo Oetomo (team leader Bank Mandiri). Mereka ditahan di rutan Kejagung.
http://www.lahan1688.com/link.php?member=yongfunky
play.lahanbet.com
http://www.lahanpoker.net/ref.php?ref=LAHAN889www.lahan1688.com
Share This :